Kapan Pulang?
Aku barangkali terlalu sering berpetualang. Meninggalkan kamu sendiri. Menjadi terlalu yakin bahwa kita akan baik-baik saja. Dan menjadi bertanya-tanya ketika kemudian kamu menjadi sering bertanya kapan aku pasti akan pulang, menjelang hari kepulangan yang telah kujanjikan sebelumnya.
Barangkali karena aku sedang belajar mencintai kepergian. Memutuskan untuk pergi sesering mungkin. Meski itu sama halnya dengan meninggalkan kamu, yang juga kucinta.
Barangkali karena aku merasa harus mengejar kesuksesan. Melupakan sejenak tentang kita, yang kupikir tak akan abadi. Dan kemudian menjadi lupa bahwa pencapaian kesuksesanku juga tak akan kekal.
Jadi, begini rasanya. Melihat kamu pamit untuk pergi sejenak. Menjadi bertanya-tanya dan menunggu kepulanganmu. Menjadi gemar menagih janjimu untuk segera kembali.
Jadi, begini rasanya. Mengharapkan kepulanganmu. Menanti kehadiranmu. Menggenapkanku. Melengkapkan kita.
Malang, 11 Juli 2016.